I. Pendahuluan
Sistem ini press brake adalah mesin virtual dalam industri pembengkokan pelat logam, tetapi harganya telah membuat banyak praktisi manufaktur logam enggan membelinya. Oleh karena itu, banyak orang memilih untuk membuat sendiri press brake mereka demi alasan penghematan biaya atau hobi manual.
Namun, selain keterampilan pengolahan logam dan pengelasan yang mahir, juga diperlukan pemahaman tentang mekanika dan desain mesin ketika membuat seluruh press brake sendiri.
Selain itu, banyak aspek penting yang perlu diperhatikan, termasuk kualitas bahan dan alat, pemilihan tonase, serta rentang langkah untuk backgauge.
Setelah press brake selesai dibuat, diperlukan pemeriksaan dan perawatan rutin untuk memperpanjang masa pakainya dan memastikan operasi mesin yang efektif, termasuk sistem hidrolik, ram, sistem listrik, pedal kaki, dan lain-lain.
Artikel ini akan menjelaskan secara rinci cara membangun dan merawat mesin press brake Anda. Berikut video singkat untuk Anda tonton.
Untuk panduan praktis dan tips efisiensi lebih lanjut, jelajahi Teknik Lanjutan Mesin Tekuk (Press Brake).
II. Apa itu Press Brake?
Pertama, mari kita pahami fungsi dan komponen dari press brake. Press brake adalah mesin yang digunakan untuk membengkokkan pelat logam menjadi benda kerja.
Sistem tenaga penggerak yang paling banyak digunakan saat ini adalah sistem hidrolik, dan sistem listrik juga semakin banyak digunakan. gaya tekukan Gaya yang diberikan oleh sistem tenaga penggerak juga dikenal sebagai tonase, yang menentukan tingkat kekerasan dan ketebalan pelat logam yang dapat dibengkokkan.
Rangka press brake terbuat dari pelat baja yang kokoh dan menghubungkan semua komponen bersama-sama, termasuk silinder hidrolik kiri dan kanan, ram, meja kerja, dan sebagainya.
Ram pada press brake adalah komponen yang dapat bergerak naik turun, digerakkan oleh silinder hidrolik atau motor listrik untuk menggerakkan ram naik dan turun. Menggerakkan punch untuk memberikan tekanan hidrolik pada pelat logam di cetakan bawah dan melakukan pembengkokan.

Back gauge pada press brake digunakan untuk memposisikan pelat logam selama pembengkokan guna memastikan akurasi pembengkokan. Back gauge dapat disesuaikan secara manual atau otomatis melalui sistem kontrol.
Sistem kontrol pada press brake adalah sistem pemrograman komputer yang dapat mengendalikan proses pembengkokan dengan menetapkan berbagai parameter, dan juga dapat melakukan pembengkokan otomatis.
III. Bahan dan Alat yang Diperlukan untuk Membuat Press Brake
1. Bahan
Anda perlu menyiapkan bahan dan alat untuk press brake buatan sendiri. Pilih solusi desain press brake yang sesuai dengan kebutuhan produksi Anda. Bisa manual, hidrolik, listrik, dan sebagainya.
Bahan yang disiapkan untuk pembuatan press brake meliputi pelat baja, pipa baja, baja sudut, dan lain-lain, serta baja yang diperlukan untuk pembuatan rangka press brake harus cukup kuat dan stabil untuk menahan tekanan dari silinder hidrolik.
Komponen lainnya termasuk silinder hidrolik, pompa hidrolik, motor, sistem kontrol, aksesori, katup, back gauge, penjepit, perkakas press brake (punch dan die), mur, sekrup, dan berbagai pengencang lainnya, dll.,
Pompa hidrolik memberikan tekanan pada silinder hidrolik, sehingga kinerja pompa perlu cukup kuat.
Sejalan dengan itu, silinder hidrolik menggerakkan ram untuk memberikan tekanan pada pelat logam, dan silinder hidrolik yang kokoh dapat memberikan tekanan yang signifikan gaya tekukan.

2. Peralatan
Tentu saja, Anda juga perlu menyiapkan beberapa peralatan untuk membantu membuat rangka dan memasang berbagai press brake komponen.
Peralatan ini termasuk mesin las, mesin bor, obor potong, dan gerinda sudut, serta beberapa peralatan sederhana seperti kunci pas, tang, palu, alat ukur, dll.
Obor potong adalah alat pemotong yang dapat digunakan untuk memotong logam. Mesin las digunakan untuk menyambung rangka dan komponen lainnya, mesin bor dapat digunakan untuk mengebor lubang, dan gerinda sudut dapat digunakan untuk memoles pelat logam, permukaan kasar, dan tepi lubang.
Selain bahan dan peralatan di atas, perhatikan penggunaan alat pelindung diri, seperti helm las, sarung tangan, kacamata pelindung, dll., serta harus berada di area kerja khusus yang berventilasi.
Mesin press brake DIY memerlukan investasi waktu dan uang tertentu, dan sebelum memulai proyek, perlu dibuat anggaran dan rencana pembuatan.
Memilih bahan, komponen, dan peralatan yang tepat sangat penting untuk membuat press brake yang berkualitas tinggi dan tahan lama.

IV. Merancang Press Brake Anda
Ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan saat merancang press brake DIY. Mengabaikan salah satu poin dapat menyebabkan masalah kualitas pada press brake.
Pertama, tentukan sumber tenaga press brake DIY, yang dapat mencakup manual, mekanis, hidrolik, listrik, dll. Pilih metode penggerak yang sesuai dengan kebutuhan produksi dan anggaran Anda.
Press brake hidrolik dan pneumatik memerlukan persiapan komponen hidrolik dan pneumatik, termasuk silinder hidrolik, selang, fitting, katup, dan pompa hidrolik. Press brake manual memerlukan tuas dan sistem penghubung untuk pengoperasian manual.
Perangkat lunak CAD dapat digunakan untuk merancang rangka press brake, menghitung ukuran rangka secara akurat, serta jarak antara cetakan bawah dan atas, dan memastikan ruang yang cukup untuk meletakkan pelat logam.
Balok atas dan bawah perlu menahan gaya tekuk maksimum, sehingga harus sangat kokoh. Perangkat pelindung keselamatan, sakelar batas, tombol berhenti darurat, dan komponen lainnya diperlukan untuk memastikan penggunaan press brake yang aman.
V. Membangun Press Brake: Proses Perakitan Langkah demi Langkah
Membangun press brake memerlukan perencanaan yang teliti, pelaksanaan yang presisi, dan kepatuhan terhadap standar keselamatan. Saat memilih komponen press brake, perlu memilih sesuai dengan kebutuhan sendiri. Mengambil contoh press brake hidrolik, mari kita lihat panduan lengkap untuk membuat mesin tekuk.
1. Membangun Rangka dengan Pelat Baja Las

Pemilihan Bahan
Rangka press brake perlu dibuat dari struktur baja yang kokoh untuk menopang tonase selama proses pembengkokan. Baja canai dingin (misalnya, 1018) lebih disukai karena kekerasan dan daya tahannya.
Pengaturan Datum
Mulailah dengan menetapkan titik datum pada permukaan kerja tempat cetakan bawah pembengkok akan diletakkan. Hal ini memastikan keselarasan untuk perakitan berikutnya.
Teknik Pengelasan
- Terapkan las titik simetris untuk mencegah distorsi panas selama perakitan awal.
- Las penuh pada sambungan hanya setelah memastikan rangka dalam kondisi siku dan lurus, menggunakan las dengan jarak merata untuk meminimalkan deformasi.
Pemilihan Ukuran, Berat, Stabilitas
Pilih rangka dengan ukuran yang sesuai, yang tidak akan memakan terlalu banyak ruang dan juga cukup untuk membengkokkan lembaran logam.
Penguat dan Rangka Truss
Stabilitas rangka juga perlu diperhatikan, karena harus terpasang kuat di lantai tanpa goyang atau miring. Jika press brake Anda perlu sering dipindahkan, Anda juga harus mempertimbangkan berat material rangka, yang harus kokoh dan mudah ditangani.
Fungsi keselamatan seperti perangkat pelindung dan sakelar penghenti darurat juga perlu dipasang pada rangka.
Pemeriksaan
Ukur dan verifikasi rangka sesuai spesifikasi desain untuk memastikan akurasi sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.
2. Memasang Sistem Hidrolik
Pasang silinder hidrolik, pompa, dan katup sesuai gambar desain. Kencangkan sambungan dengan baut dan pastikan keselarasan yang tepat pada saluran masuk dan keluar oli. Pasang filter dan tangki hidrolik, pastikan sambungan kuat untuk mencegah kebocoran.
Uji tekanan hidrolik dan fungsi motor dengan beban ringan untuk memastikan pemasangan yang benar.
Silinder Hidrolik
Silinder hidrolik adalah komponen penting dari press brake, yang menjadi sumber tenaga untuk melakukan pembengkokan. Saat memilih silinder hidrolik, perhatikan poin-poin berikut.
Kapasitas beban terukur dari silinder hidrolik tidak boleh kurang dari tonase maksimum press brake, yang bergantung pada ketebalan, lebar, dan kekuatan tarik material yang dibengkokkan.
Jika tonase pembengkokan melebihi kisaran beban terukur silinder hidrolik, hal ini akan menyebabkan kerusakan pada sistem hidrolik. Silinder hidrolik perlu memiliki panjang langkah yang cukup untuk memungkinkan peluncur bergerak naik dan turun secara luas selama proses pembengkokan.
Kita juga perlu mempertimbangkan ketahanan korosi dan kinerja penyegelan dari silinder hidrolik, serta kompatibilitas dan keandalannya dengan mesin press brake.

Pompa Hidrolik
Ada berbagai jenis pompa hidrolik, termasuk pompa piston, pompa roda gigi, dan pompa vane. Pilih pompa hidrolik yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pasokan daya untuk pompa hidrolik umumnya diberikan oleh motor listrik.
Saat memilih pompa hidrolik, perlu mempertimbangkan kebutuhan tekanan. Pompa hidrolik harus mengalirkan oli hidrolik ke silinder, dan diperlukan tekanan serta aliran yang cukup untuk memastikan volume oli pada silinder hidrolik.
Tekanan dan laju aliran pompa hidrolik tetap harus ditentukan berdasarkan tonase, ukuran, dan jenis mesin press brake. Semakin besar ukurannya, semakin besar tekanan dan laju aliran yang dibutuhkan.
3. Memasang Pengukur Belakang dan Perkakas
- Pemasangan Back Gauge:
- Pasang braket, batang penyangga, rel pemandu, dan slider sejajar dengan meja mesin. Gunakan sekrup penyetel untuk menyempurnakan posisi.
- Hubungkan sistem transmisi (misalnya, motor, rantai) untuk pergerakan otomatis.
- Pengaturan Peralatan:
- Posisikan punch dan die dengan hati-hati menggunakan batang penjepit atau sistem snap tooling. Pastikan keselarasan antara alat atas dan bawah untuk hasil pembengkokan yang konsisten.
- Uji konsistensi peralatan dengan melakukan pembengkokan ringan pada bahan sisa.
4. Memasang Press Brake Anda
- Pemasangan dan Perataan:
- Letakkan mesin press brake di atas fondasi yang kokoh. Gunakan alat ukur presisi atau alat perataan laser untuk memastikan distribusi berat merata di seluruh meja mesin.
- Sesuaikan kaki perata atau gunakan shim jika diperlukan untuk memperbaiki permukaan yang tidak rata.
- Sambungan Hidrolik:
- Pastikan semua sambungan aman, termasuk fitting hidrolik. Pentanahan yang tepat sangat penting untuk keselamatan operator.
- Pengujian Keselarasan:
- Lakukan pengujian awal dengan menggerakkan ram melalui seluruh rentang gerak tanpa beban. Periksa kelancaran operasi dan keselarasan komponen.
5. Pengujian Dalam Kondisi Beban
- Pengujian Tekanan:
- Terapkan beban secara bertahap pada rangka untuk memverifikasi integritas struktural dalam kondisi kerja. Pantau tanda-tanda deformasi atau ketidakstabilan.
- Kalibrasi CNC:
- Kalibrasi sistem CNC dengan memprogram tekukan sederhana. Gunakan indikator dial atau alat pengukur laser untuk memastikan akurasi dalam toleransi yang ditentukan.
- Uji Tekukan:
- Lakukan uji tekukan pada bahan sisa untuk mengevaluasi keselarasan perkakas, posisi pengukur belakang, dan konsistensi pergerakan ram.
6. Pemecahan Masalah Selama Perakitan
Masalah umum selama perakitan dapat mengganggu kinerja jika tidak segera ditangani:
- Perkakas Tidak Selaras: Pastikan punch dan die berada di tengah dengan menyesuaikan penjepit atau menggunakan alat bantu penyelarasan seperti panduan laser.
- Distribusi Tekanan Tidak Merata: Periksa komponen hidrolik untuk kantong udara atau kontaminasi yang dapat menyebabkan pergerakan ram tidak konsisten.
- Kerusakan Listrik: Periksa kembali sambungan kabel dan penempatan sensor jika sistem CNC gagal merespons dengan benar.
VI. Rutin Perawatan Rem Tekan Pekerjaan
Perawatan adalah aspek penting untuk menjaga mesin press brake pelat logam tetap dalam kondisi baik namun sering diabaikan.
1. Pembersihan dan Pelumasan Rutin
Pemeriksaan dan tugas perawatan rutin pada press brake dapat memperpanjang masa pakainya, memastikan operasi normal berbagai komponen press brake, dan menjamin akurasi pembengkokan.
Setelah penggunaan dalam waktu lama, permukaan luar press brake akan menumpuk banyak debu dan noda minyak, dan permukaan luar silinder hidrolik juga akan mengalami kebocoran noda minyak yang cukup banyak.
Periode panjang tanpa pembersihan dapat menyebabkan karat pada permukaan luar mesin, operasi komponen yang tidak normal, dan dalam kasus yang parah, bahkan merusak mesin. Beberapa mesin press brake tertentu dilengkapi dengan sistem penjepitan alat hidrolik.
Oleh karena itu, untuk memperpanjang umur layanan permukaan luar press brake, perlu secara teratur membersihkan permukaan luar, menjaga perkakas tetap bersih, serta mengelap atau membersihkan bodi dengan kain lembut dan pembersih.
Setelah membersihkan mesin, perlu mengoleskan pelumas pada beberapa komponen, seperti rel pemandu dan slide, untuk mengurangi keausan dan korosi pada komponen. Pastikan bahwa tingkat oli hidrolik berada dalam kisaran aman dan tambahkan oli pada sirkuit hidrolik jika diperlukan.

2. Mengganti Suku Cadang yang Aus
Selain itu, ketika mesin digunakan dalam waktu lama, banyak komponen akan mengalami keausan, yang dapat menyebabkan kinerja mesin menurun, bahkan mengakibatkan kerusakan serius dan memengaruhi kemajuan produksi.
Oleh karena itu, perlu secara teratur memeriksa tingkat keausan komponen mesin, terutama beberapa bagian bergerak dari press brake, seperti rel pemandu, ram, dan sebagainya. Periksa mesin dari karat, retak, atau deformasi.
Jika sudah tidak dalam kondisi baik, perlu meminta teknisi perawatan profesional untuk mengganti atau memperbaikinya. Misalnya, cetakan, seal hidrolik, katup, dan bantalan.
Hanya dengan menginvestasikan biaya perawatan yang memadai, kinerja mesin dapat dijamin tetap stabil, umur layanan mesin dapat diperpanjang, efisiensi produksi dapat ditingkatkan, dan biaya perawatan mesin dapat dikurangi.
3. Tindakan Pencegahan Keselamatan
(1) Keselamatan Operasional
- Gunakan Perlengkapan Pelindung: Operator harus memakai sarung tangan pelindung, kacamata pengaman, dan sepatu keselamatan.
- Ikuti Prosedur Operasi: Patuhi prosedur operasi secara ketat untuk menghindari kesalahan penanganan.
(2) Keselamatan Peralatan
- Pasang Pelindung Keselamatan: Pasang pelindung keselamatan di sekitar press brake untuk mencegah cedera yang tidak disengaja.
- Periksa Perangkat Keselamatan Secara Berkala: Periksa secara berkala kondisi perangkat keselamatan, seperti perangkat keselamatan laser dan tombol berhenti darurat, untuk memastikan berfungsi dengan baik.
4. Tugas Pemeliharaan Harian
Pemeriksaan dan pembersihan harian secara rutin membantu menjaga presisi dan keandalan mesin press brake Anda sekaligus mencegah masalah kecil berkembang menjadi lebih besar.
- Membersihkan Permukaan dan Area Kerja:
- Lap permukaan mesin press brake, termasuk meja cetakan, ram, dan back gauge, untuk menghilangkan debu, kotoran, dan serbuk logam. Kotoran yang menumpuk dapat meningkatkan gesekan dan mengurangi efisiensi operasional.
- Bersihkan perangkat keselamatan seperti pelindung laser untuk memastikan fungsinya tetap optimal.
- Memeriksa Perataan Peralatan:
- Periksa punch dan die dari keausan atau kerusakan. Peralatan yang tidak sejajar atau aus dapat menyebabkan pembengkokan yang tidak akurat atau merusak benda kerja.
- Pastikan peralatan terpasang dengan aman dan sejajar dengan ram.
- Pemeriksaan Sistem Keselamatan:
- Uji tombol penghenti darurat, tirai cahaya, dan fitur keselamatan lainnya untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik.
- Periksa adanya kerusakan yang terlihat atau komponen yang longgar.
- Tingkat Oli Hidrolik:
- Pastikan tingkat oli hidrolik berada dalam kisaran yang direkomendasikan untuk menghindari ketidakefisienan sistem atau kerusakan.
5. Tugas Pemeliharaan Mingguan
Pemeriksaan mingguan berfokus pada pelumasan dan mengidentifikasi tanda-tanda awal keausan atau ketidakefisienan sistem.
- Melumasi Bagian yang Bergerak:
- Oleskan pelumas yang direkomendasikan pabrikan pada rel pemandu, ball screw, bantalan, dan engsel untuk mengurangi gesekan dan memperpanjang umur komponen.
- Hindari pelumasan berlebihan karena dapat menarik kontaminan seperti debu atau partikel logam.
- Memeriksa Sistem Hidrolik:
- Periksa selang, fitting, dan sambungan dari kebocoran atau tanda-tanda keausan.
- Pantau pompa hidrolik terhadap suara abnormal atau fluktuasi tekanan.
- Pemeriksaan Back Gauge:
- Verifikasi keselarasan dan kalibrasi sistem back gauge untuk memastikan posisi yang akurat selama operasi pembengkokan.
6. Tugas Pemeliharaan Bulanan
Pemeliharaan bulanan melibatkan evaluasi yang lebih detail terhadap sistem-sistem utama untuk mengatasi keausan atau ketidaksejajaran.
- Memeriksa Sambungan Listrik:
- Periksa kabel pedal kaki, kotak terminal, dan anyaman pembumian untuk sambungan yang longgar atau korosi.
- Bersihkan komponen listrik untuk mencegah penumpukan debu yang dapat menyebabkan kerusakan fungsi.
- Pengujian Fitur Keamanan:
- Lakukan pengujian fungsional pada sensor laser, tirai cahaya, dan tombol darurat untuk memastikan sesuai dengan standar keselamatan.
- Segera ganti komponen keselamatan yang tidak berfungsi.
- Pemeriksaan Sistem Hidrolik:
- Periksa silinder hidrolik untuk kebocoran atau kontaminasi pada cairan.
- Bersihkan komponen eksternal seperti katup, pompa, dan pipa untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini.
- Pemeliharaan Peralatan:
- Periksa punch dan die untuk retakan atau keausan berlebih. Segera ganti peralatan yang rusak untuk menjaga presisi pembengkokan.
7. Tugas Pemeliharaan Tahunan
Pemeliharaan tahunan melibatkan pemeriksaan menyeluruh pada semua sistem untuk memastikan keandalan jangka panjang.
- Pemeriksaan Menyeluruh Mesin:
- Evaluasi integritas struktural rangka terhadap keausan, retakan, atau deformasi akibat tekanan.
- Periksa keselarasan ram dengan meja untuk mencegah tekanan pembengkokan yang tidak merata.
- Servis Sistem Hidrolik:
- Kuras oli hidrolik lama dari sistem dan ganti dengan cairan baru sesuai rekomendasi pabrikan.
- Ganti filter oli hidrolik untuk mencegah kontaminasi beredar di dalam sistem.
- Perombakan Sistem Kelistrikan:
- Lakukan inspeksi mendetail pada semua komponen listrik, termasuk sensor dan limit switch.
- Perbarui perangkat lunak sistem kontrol jika tersedia versi baru untuk meningkatkan kinerja.
- Penggantian Peralatan (Tooling):
- Ganti punch dan dies yang aus setiap tahun untuk menjaga akurasi pembengkokan yang konsisten.
VII. Metode Pengujian Keselamatan Peralatan
- Penilaian Risiko dan Validasi Kinerja:
- Lakukan penilaian risiko menyeluruh sesuai ISO 13849-1 dan ISO 12100 untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan memvalidasi bahwa sistem kontrol memenuhi tingkat kinerja yang dipersyaratkan.
- Gunakan pengujian beban untuk mengevaluasi kinerja peralatan di bawah beban statis, dinamis, dan siklik, guna memastikan keandalan dan keselamatannya.
- Pemeriksaan dan Perawatan Rutin:
- Lakukan inspeksi rutin sesuai dengan standar OSHA dan ISO. Ini termasuk memeriksa kondisi fisik, fungsi, dan komponen penting seperti silinder hidrolik atau motor.
- Parameter inspeksi harus mencakup tekanan, suhu, laju aliran, dll., membandingkannya dengan nilai yang diharapkan untuk mendeteksi penyimpangan atau anomali.
- Pengujian Fungsional dan Dokumentasi:
- Uji semua fungsi keselamatan (misalnya, tombol berhenti darurat, limit switch) untuk memastikan berfungsi dengan benar jika terjadi kegagalan.
- Dokumentasikan hasil pengujian, termasuk tanggal inspeksi, metode yang digunakan, hasil, dan tindakan korektif yang diambil.
- Pelatihan dan Umpan Balik Karyawan:
- Pastikan operator menerima pelatihan yang memadai tentang pengoperasian peralatan, protokol keselamatan, dan prosedur darurat.
- Kumpulkan umpan balik dari karyawan mengenai keselamatan peralatan untuk mengidentifikasi potensi masalah dan meningkatkan langkah-langkah perlindungan.
VIII. FAQ
1. Bahan apa yang terbaik untuk membuat press brake?
Bahan terbaik untuk press brake memastikan stabilitas, kinerja, dan umur panjang. Untuk rangka, pelat baja berkualitas tinggi, pipa, dan baja sudut direkomendasikan karena kekuatannya. Komponen hidrolik seperti silinder, pompa, dan katup harus mampu menangani tonase mesin. Untuk perkakas, Baja Kromium Molibdenum, Baja Kecepatan Tinggi, dan Baja Perkakas Paduan Rendah menawarkan kekuatan dan daya tahan, memastikan operasi yang efisien dan ketahanan aus.
2. Langkah-langkah keselamatan apa yang harus diambil saat menggunakan press brake?
Langkah-langkah keselamatan untuk menggunakan mesin press brake termasuk memakai perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan kacamata pengaman, memastikan mesin mati dan dicabut dari listrik sebelum perawatan, menggunakan pelindung atau sensor untuk mencegah kontak dengan bagian yang bergerak, mengoperasikan dengan pelatihan yang tepat dan tombol darurat yang mudah dijangkau, menjaga area kerja tetap bersih, menghindari pembersih yang mudah terbakar, dan secara rutin memeriksa fitur keselamatan agar memenuhi standar.
IX. Kesimpulan
Membuat press brake sendiri bukanlah pekerjaan mudah, Anda perlu memiliki pengalaman manufaktur yang luas, serta menyiapkan bahan, alat, dan komponen yang diperlukan untuk membangun press brake.
Press brake yang sudah dibuat memerlukan perawatan terjadwal secara rutin untuk memastikan kinerja stabil dan umur pakai yang lebih lama. Press brake yang terawat dengan baik dapat menghemat biaya perbaikan dan penggantian mesin.
ADH Machine Tool adalah produsen mesin profesional. Produk kami meliputi CNC press brake, mesin pemotong laser serat, mesin pemotong plat, mesin las laser genggam , dan lainnya. Hubungi kami segera dan tim kami akan memberikan Anda solusi terbaik.


















